Rabu, 10 September 2014

APA ITU ALKENA ?

ALKENA
CnH2n

 
Alkena adalah hidrokarbon alifatik tak jenuh yang memiliki satu ikatan rangkap (C = C). Senyawa yang mempunyai dua ikatan rangkap disebut alkadiena, yang mempunyai tiga ikatan rangkap disebutalkatriena,dan seterusnya. Alkena ternyata mengikat lebih sedikit dua atom hidrogen dibandingkan alkana. Karena rumus umum alkana C2 H2n + 2, maka rumus umum alkena adalah :

(James E.Brady, 1990)
     Sifat Fisik alkena
Nama alkena
Rumus molekul
Mr
Titik leleh (0C)
Titik didih (0C)
Wujud pada 25 0C
Etena
C2H4
28
-169
-104
Gas
Propena
C3H6
42
-185
-48
Gas
1-Butena
C4H8
56
-185
-6
Gas
1-Pentena
C5H10
70
-165
30
Cair
1-Heksena
C6H12
84
-140
63
Cair
1-Heptena
C7H14
98
-120
94
Cair
1-Oktena
C8H16
112
-102
122
Cair
1-Nonena
C9H18
126
-81
147
Cair
1-Dekena
C10H20
140
-66
171
Cair
Rumus umum
CnH2n











1.    Titik didih dan titik leleh alkena naik dengan pertambahan nilai Mr.
2.    Alkena bersifat non-polar sehingga sukar larut dalam pelarut polar seperti air, tetapi      mudah larut dalam pelarut organik non-polar seperti etanol.
3.   Sifat fisis alkena (titik didih dan titik leleh) dengan Mr yang sama (isomer) untuk rantai lurus lebih tinggi dari rantai bercabang.
4.   Titik didih senyawa alkena yang berisomer geometri, struktur cis lebih tinggi dari trans. Mislanya cis-2-butena (3,7 0C) lebih tinggi dari trans-2-butena (0,8 0C).
5.    C2-C4 berwujud gas, C5-C17 berwujud cair, dan C18 dst berwujud padat.

v         Sifat kimia Alkena

1.      Reaksi adisi alkena (ikatan rangkap menjadi ikatan tunggal)

a.       Reaksi alkena dengan halogen (halogenasi)
CH2=CH2   +  Cl2                     CH2Cl-CH2Cl
Etena klorin 1,2-dikloroetanaReaksi alkena dengan hidrogen (hidrogenasi)

CH2=CH2(g)    +  H2(g)    katalis Ni/Pt       CH3-CH3(g)
Etena etana


b.      Reaksi alkena dengan hidrogenhalida/asam halida (hidrohalogenasi)

Aturan Markovnikov : pada alkena tidak simetris atom H dari asam halida (HX) akan  terikat pada atom C yang mempunyai ikatan rangkap dan mengikat atom H lebih banyak.
CH3CH=CH2  +  HBr      CH3CH-CH3Br
1-propen a2-bromopropana

c.       Reaksi alkena dengan air (hidrasi)
Alkena bereaksi dengan air membentuk alkohol.
CH2=CH2(g)   +  H2O     katalis H+               CH3-CH2-OH(g)
Etena 300 0C, 70 atm        etanol     
       
d.      Reaksi alkena dengan asam sulfat (H2SO4)
CH2=CH2(g)  +  H2SO4                      
CH3-CH2-OSO3H + H2O            
C2H5OH + H2SO4
suhu ruang panas

e.      Polimerisasi adisi pada alkena
Pada senyawa alkena jika antara molekul-molekul (manomer) yang sama mengadakan reaksi adisi, maka akan terbentuk molekul-molekul besar dengan rantai yang panjang. Peristiwa ini disebut polimerisasi. Polimer-polimer sintesis banyak dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Contoh polimer dari alkena misalnya polietilen (plastik), polivinil klorida (pipa paralon), dan politetraetena (teflon).
Polimerisasi etena : n/2(CH2=CH2)                         
(CH2)n Etena katalis polietena

2.      Pembakaran alkena

3.      Reaksi oksidasi alkena

     Sumber alkena

Alkena berada dalam jumlah kecil di alam sehingga harus disintesis melalui perengkahan /eliminasi alkana dari gas alam dan minyak bumi.
C3H8(g)                     CH2=CH2(g)  + CH4(g)
                 Panas

     Kegunaan alkena dalam kehidupan

Bahan dasar pada industri plastik, karet sintetik, pipa (PVC = polivinilklorida), dan Teflon. Khusus etena atau etilena digunakan sebagai bahan pembuat zat-zat kimia seperti alkohol (etanol), etilena glikol, dan etil eter

Plastik Masa Depan Terbuat dari Kulit Jeruk 


Nah untuk postingan kali ini saya akan membahas sebuah artikel mengenai penggunaan salah satu contoh alkena yaitu penggunaan plastik, langsung saja berikut adalah penjelasannya.

Ilmuwan menemukan bahan alternatif pembuat plastik. Berasal dari alam, bahan tersebut jelas lebih ramah lingkungan. Jangan terkejut, bahan itu berasal dari buah jeruk.

Sekarang zamannya serba plastik. Nyaris semua piranti sehari-hari terbuat dari plastik. Memprihatinkan memang, mengingat sampah plastik tak bisa didaur ulang secara alamiah dengan mudah. Berbeda dengan limbah organik yang secara langsung dapat diuraikan mikroba tanah dalam tempo beberapa hari. Namun limbah plastik butuh waktu yang tidak sebentar agar dapat terurai. Mungkin memerlukan waktu bertahun-tahun. Dengan proses pembakaran pun tak membuat plastik menjadi terurai sempurna dalam tanah, malahan mengakibatkan polusi udara, dan membawa efek buruk bagi kesehatan manusia.

Demi mencari alternatif bahan pembuat plastik, ilmuwan dari Cornell University melakukan studi terhadap sejumlah bahan alamiah. Akhirnya mereka menemukan bahan dasar plastik yang cukup ramah lingkungan, yakni buah jeruk. Dalam membuat plastik yang dalam bahasa ilmiahnya dikenal dengan nama polylimonene carbonate ini, ilmuwan menggunakan molekul yang berasal dari dua sumber, karbon dioksida dan limonene oksida. Yang terakhir tersebut berasal dari kulit buah sitrus.
”Limonene oksida sudah lama ada seperti halnya karbon dioksida. Yang baru kita lakukan adalah memadukan kedua bahan tersebut sehingga bisa terbentuk plastik,” jelas profesor Geoffrey Coates dari Cornel University kepada CNN baru-baru ini.
Mereka menggunakan katalisator dalam proses kimia yang mengandung komponen kecil seng atau zink. Kemudian Coates dan kawan-kawan mengombinasikan cairan limonene oksida dengan gas CO2 sehingga menghasilkan bubuk putih. Bubuk ini akan mencair menjadi bahan yang menyerupai bahan dasar plastik dan bisa dibentuk sesuai keinginan, seperti gelas plastik.
Plastik dengan bahan dasar baru ini mempunyai banyak kesamaan dengan plastik polystyrene, jenis plastik biasa yang banyak kita jumpai.

Belum Gantikan Bahan Dasar
Tim peneliti Cornel yang juga melibatkan Scott Allen dan Chris Byrne ini sekarang tengah melakukan uji coba untuk mengetahui seberapa kuat bahan plastik baru tersebut. Juga bagaimana daya tahannya terhadap panas dan dingin. Mereka juga mengevaluasi sifat biogradasinya. Detail studi mengenai plastik berbahan dasar jeruk ini dipublikasikan dalam Journal of the American Chemical Society.
Menurut Coates, temuannya mendapat sambutan cukup positif dari publik. ”Saya banyak dihubungi oleh orang-orang yang ingin tahu lebih banyak,” ujarnya.
Sudah sejak lama ilmuwan tersebut mencari tahu mengenai manfaat buah sitrus. Biasanya buah jeruk yang diproses menjadi minuman jeruk hanya terpakai sekitar 50-60 persen saja. Sisanya akan terbuang menjadi sampah, demikian menurut Robin Bryant, manejer riset Florida Department of Citrus. Kulit jeruk kadang dikeringkan dan menjadi bahan tambahan bagi makanan sapi. Bahan limonene oksida sendiri sudah banyak terkandung dalam produk pembersih. Kini mereka tengah berupaya menciptakan ethanol dari limbah buah jeruk.

Bahan Polylimonene carbonate alias limonene oksida bisa juga dipakai sebagai kandungan yang memiliki sedikit tingkat racunnya dalam pembuatan lapisan besi atau aluminium. Bahan itu juga menjadi campuran dalam pestisida dan herbisida. Namun begitu bahan itu berkembang menjadi komersial, maka dibutuhkan riset laboratorium jangka panjang.

”Penemuan bahan baru yang dikonversikan menjadi produk komersial memerlukan uji coba lama. Bisa bulanan bahkan tahunan,” jelas Coates. Terlebih lagi bagi bahan alternatif pembuat plastik yang akan diproduksi dalam jumlah besar di seluruh dunia. Jumlah limonene oksida sendiri di dunia masih kurang memenuhi kebutuhan. Tahun lalu saja produksi bahan ini sekitar 150 juta pon. Angka ini belum mampu menggantikan bahan dasar plastik, yakni polimer atau polyethylene. 

Sumber :

http://dinadahlia.blogspot.com/2013/06/sifat-kimia-alkana-alkena-alkuna.html

Permasalahan dalam postingan ini yaitu bagaimana pendapat teman-teman tentang kulit jeruk yang mampu diubah menjadi plastik. dan bagaimana plastik tersebut dapat bereaksi dengan tanah sehingga tidak menimbulkan limbah ?

1 komentar:

  1. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, saya akan coba menjawab permasalahan dari saudari ida berdasarkan pengetahuan dan literatur yang saya miliki, berikut adalah penjelasannya.

    Kulit jeruk mengandung minyak atsiri atau d-limonese. Minyak atsiri pada kulit jeruk dapat diambil dengan cara memblender atau menjuicer kulit jeruk dengan penambahan air.
    Kulit jeruk memilikki segudang manfaat antara lain : Kulit jeruk digunakan untuk mengeliminasi Styrofoam, kulit jeruk berpotensi sebagai bahan bakar fosil, kulit jeruk dapat dimanfaatkan dalam pembuatan plastic dan pembuatan etanol.

    Styrofoam bersifat bio-deglasar atau sukar diurai oleh mikrorganisme. Styrofoam juga sangat berbahaya karena dapat memicu kanker. Styrofoam merupakan limbah yang maju pesat akhir-akhir ini karena Styrofoam susah diuraikan setidaknya membutuhkan waktu sekitar 1000 tahun untuk terurai, apabila dibakar akan mengakibatkan gas C02 keluar dan mencemari lingkungan serta merusak bumi. Namun, jangan takut, kulit jeruk dapat mengatasi semua itu dengan kandungan minyak atsiri di dalamnya dapat melumerkan atau mengeliminasi Styrofoam tanpa mencemari dan merusak bumi kita.

    Kulit jeruk juga dapat mengatasi kesulitan bahan bakar. Kandungan minyak atsiri dalam kulit jeruk mengandung gas dan mudah menguap. Hal itu yang membuktikan bahwa kulit jeruk berpotensi besar menjadi pengganti bahan bakar fosil. Selain dapat diperbaharui kulit jeruk juga ramah lingkungan dan tidak mencemari lingkungan.

    Kulit jeruk juga dapat dimanfaatkan sebagai pengganti plastik yang notabenenya mengandung zat-zat kimia. Kulit jeruk dicampurkan dengan gas CO2 dengan bantuan katalis sehingga membentuk polimonium karbonat yang memilikki karakteristik seperti polistirene.

    Kulit jeruk juga dapat dijadikan etanol dengan mencampurkannya dengan daun tembakau dan di fermentasikan. Etanol dari kulit jeruk jauh lebih baik dari etanol yang berasal dari jagung. Harganya pun relative murah dan ramah lingkungan.

    Sekian semoga membantu :)

    BalasHapus